Review: Pilkada Terbesar Indonesia Digelar

By staff • July 25th, 2008

Pemilihan kepala daerah terbesar di Indonesia akan digelar Rabu (23/7) kemarin. Lima pasang calon gubernur Jawa Timur akan bertarung memperebutkan hampir 30 juta suara pemilih. Diperkirakan lima pasangan cagub ini akan bertarung dengan perolehan suara yang ketat.

Berbagai persiapan telah dilakukan di tempat-tempat pemungutan suara. Seperti di TPS 15 Gayung Sari, Surabaya. Meja panitia, bilik dan kotak suara telah disediakan. Selain itu, panitia di TPS ini yang kebanyakan perempuan sengaja membuat satu ruangan khusus untuk konsumsi para pemilih. TPS Gayung Sari dibuat dengan anggaran Rp 3 juta.

Pilkada Jatim menarik perhatian besar media, termasuk SCTV dan Kompas, karena merupakan kantong suara pemilihan umum 2009. Lebih menarik lagi Partai Kebangkitan Bangsa yang biasanya menguasai suara di Jatim kali ini terpecah.

Presisi penghitungan cepat Kompas di dua pilkada melebihi lembaga survey lainnya. Menurut B.E. Satrio, peneliti di Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas dalam wawancara dengan wartawan SCTV Bayu Sutiyono di Studio Mini SCTV-Kompas di Surabaya, Rabu (23/7), kuncinya adalah sampel. “Kalau cara pengambilan sampel benar, maka hasilnya akan mendekati presisi,” kata Satrio.

Dari 62.000 tempat pemungutan suara Kompas memilih sekitar 400 TPS sampel. Untuk memudahkan memperoleh data, daerah pemilihan di Jatim dibagi menjadi 11 koordinator wilayah dan memiliki 26 peneliti yang tersebar di 20 kota. Mereka mengkoordinir 400 interviewer yang dibantu 60 koordinator lapangan atau asisten peneliti.

Mereka kemudian menyebar ke TPS yang telah ditentukan. Tiap TPS satu orang. Setelah dilakukan penghitungan suara, mereka akan mengirimkan data melalui pesan singkat atau SMS. Untuk lebih mempertajam hasil cepat akan dilakukan jajak pendapat terhadap pemilih setelah keluar dari bilik suara. “Hambatan yang biasanya kami alami adalah kondisi geografis dan kekuatan sinyal,” kata Satrio.

Berdasarkan pengalaman data dari TPS akan diterima antara pukul 12.00 hingga pukul 13.00 WIB. “Biasanya sekitar pukul 14.00 WIB, sekitar 60-70 persen suara dari TPS sampel sudah masuk,” kata Satrio.(sumber: Liputan 6 SCTV)

 

Leave a Comment

« BLT Untuk Petani dan Kemiskinan | Home | “Krisis Energsi” Yang Tak Kunjung Terselesaikan »

  • Categories

  • Arsip

  • Link and Link

  • Google PageRank (img by harrys)
  • Add to Technorati Favorites
  • Independent Publishing Blogs - BlogCatalog Blog Directory
  • Powered by DiagnosticoWeb.com
  • Blog Directory & Search engine